Pengalaman Vaksin Kucing Untuk Pertama Kalinya Tahun 2024

Pengalaman vaksin kucing memang menjadi suatu hal yang mendebarkan jika kita ingat ingat kembali. Meski kadang waktunya sudah lama, tapi suka masih berdebar saja saat menceritakannya.

Bagi yang belum tahu, sama halnya dengan manusia, kucing juga sangat penting untuk menjalani proses vaksinasi.

Hal ini demi menjaga agar kesehatan mereka di kemudian hari bisa lebih terjamin. Maksudnya saat ada wabah wabah tertentu seperti rabies, maka kamu tidak perlu khawatir.

Asalkan dalam kurun waktu satu tahunan sudah pernah kalian berikan, maka aman aman saja. Maksudnya sekalipun kena, biasanya cuma sakit doang.

Tidak sampai mati.

Jadi itulah salah satu manfaat vaksin kucing yang bisa kalian rasakan di waktu yang akan mendatang.

Pengalaman Vaksin Kucing

Pertama kali saya mendengar adanya vaksin kucing itu saat mulai mengenal lebih jauh dalam dunia perkucingan ini.

Terutama saat adanya virus rabies yang akhirnya menewaskan seorang manusia beberapa bulan yang lalu.

Baca juga: 5 Ciri Ciri Kucing Sudah Divaksin Yang Benar Terbaru

Nah dari situ, akhirnya saya mulai tahu kalau ternyata kucing itu memiliki banyak virus berbahaya yang selalu mengintai nyawa mereka.

Jadi sebagai pemilik kucing, seyogyanya kita melindungi mereka dengan cara mengikutsertakan hewan peliharaan kepada program vaksin kucing yang dokter rekomendasikan.

Dan berikut beberapa ulasan mengenai pengalaman menjalani vaksin kucing.

1. Mencari Tahu Tentang Jenis Vaksin Dan Tempatnya

Sebagai seorang yang awam, tentu hal yang pertama kali saya lakukan pada waktu itu adalah dengan mencari tahu akan apa saja jenis vaksin yang ada.

Lalu tempat penyuntikannya ada di mana saja.

Informasi itu sangat penting untuk diketahui oleh seorang pemula. Sebab termasuk hal dasar yang memang sebaiknya tahu.

Terutama terkait dimana klinik hewan terdekat yang bisa melakukan progam vaksinasi.

2. Mendatangi Klinik Hewan Terdekat

Setelah saya berhasil mengetahui tempat klinik mana yang bisa dikunjungi. Maka langsung saja lihat jadwal buka tutupnya.

Baca juga: Daftar Harga Vaksin Kucing Umur 1 Tahun Terbaru

Kemudian segera atur waktu luang untuk mendatangi klinik, petshop, maupun puskeswan tujuan.

Disana saya konsultasikan mengenai keperluannya apa dan bagaimana ciri ciri fisik kucing.

Pokoknya jelaskan sedetail mungkin agar bisa mendapatkan bantuan mengenai program yang harus di jalankan.

3. Lakukan Proses Vaksinasi Sesuai Panduan Dari Dokter

Menurut pengalaman vaksin kucing yang saya lakukan, sehabis pulang dari klinik kan diberikan janji temu dikemudian hari.

Yang mana nanti acaranya adalah melakukan proses suntik.

Dari situ akhirnya datang kembali sesuai janji temu yang sudah kami buat.

Tak lupa sebelum datang, pastikan semua panduan mengenai syarat vaksin kucing sudah dipenuhi.

Seperti dalam kondisi sehat, kucing tidak hamil, usianya sudah sesuai, dan lainnya.

Pokoknya pas datang kesana, sudah dipastikan semua aman, janji tidak terlalu takut akan efek samping kucing vaksin yang kadang terdengar mengerikan.

4. Merawat Kucing Sakit Setelah Vaksin

Ya sama halnya dengan manusia, kebanyakan kucing yang habis vaksin memang sakit. Jadi setelah kembali ke rumah, ya tugas saya adalah merawatnya.

Pada waktu itu, untuk gejalanya termasuk ringan. Hanya berupa kucing yang terlihat lemas seperti tidak biasanya.

Baca juga: 5+ Makanan Kucing Pasca Vaksin Yang Sebaiknya Anda Pilih

Akhirnya perawatan yang dilakukan hanya sebatas memberi makan dan minum seperti biasa.

Cuma ada tambahan vitamin kucing yang berfungsi sebagai penguat antibody tubuh kucing.

Sudah sih, begitu doang.

Nanti tinggal jalankan program selanjutnya sesuai anjuran yang sudah dokter buat. Biasanya kan Jadwal vaksin kucing di tahun pertama bisa sampai 3x.

Nah jadi setelah vaksin pertama, tinggal lengkapi dengan vaksin kedua serta ketiga.

Sementara setelah itu, tinggal vaksin opsional yang nanti bisa kita sesuaikan dengan kondisi. Misalnya kaya vaksin rabies yang biasa dokter sarankan 1 tahun sekali.

Atau pas ada virus baru lain yang menyerang, nah itu bisa minta vaksin sesuai SOP yang ada.

Akhir kata, semoga pengalaman vaksin kucing ini bisa bermanfaat dan memberikan gambaran yah guys.

9+ Efek Samping Vaksin Kucing Yang Harus Kalian Tahu 2024

Efek samping vaksin kucing harus kalian ketahui sebelum memutuskan untuk memberikan vaksinasi dari tahap awal sampai tahap akhir.

Kenapa? karena untuk mempertimbangkan apakah nanti kamu siap untuk menghadapi berbagai efeknya atau tidak.

Sebab menurut data yang kami peroleh, sebagian kucing yang sudah menerima vaksin, maka dalam 1 sampai beberapa hari kedepan akan memiliki gejala sakit.

Mulai dari yang ringan sampai dengan yang sedikit berat.

Itu sepenuhnya tergantung dari kemampuan antibody kucing. Dan juga tergantung seberapa sehat saat kucing menerima suntikan.

Efek Samping Vaksin Kucing

Efek samping dari sebuah vaksin memang sudah pasti ada, karena didalamnya kan mengandung virus lemah yang berguna untuk memberikan pengenalan ke antibody tubuh.

Sehingga nanti kita harapkan kucing bisa mengenali virus yang akan masuk dikemudian hari. Alhasil sudah tahu bagaimana cara menghadapinya.

Baca juga: Daftar Harga Vaksin Kucing Umur 1 Tahun Terbaru

Dan efeknya tentu saat benar benar diserang virus ganas tersebut, kucing bisa survive dan paling parahnya hanya sakit, tidak sampai mati.

Berbeda nasib dengan yang tidak sama sekali divaksin. Yang mana efek kematiannya bakalan tinggi banget.

Kembali ke masalah efek samping, kira kira apa saja yah? Ada yah tahu?

Jika tidak, berikut ini adalah efek samping vaksin kucing yang perlu kalian tahu guys.

1. Pembengkakan Area Suntik

Efek samping vaksin kucing yang pertama biasanya berupa pembengkakan di area suntik maupun di sekitaran wajah.

Ini bisa kamu periksa secara fisik untuk mengetahui apakah ada atau tidaknya. Karena tentunya tidak semua kucing akan mengelaminya. Hanya beberapa saja yang mungkin akan seperti itu.

Cuma informasi ini bisa juga kalian manfaatkan untuk mengetahui ciri ciri kucing sudah divaksin atau belum.

Jadi saat kamu mau beli empus di petshop, bisa lihat ciri fisiknya untuk tahu apakah baru saja menerima vaksin atau tidak.

2 Kulit Kemerah Merahan

Gejala kedua yang bisa muncul kepada hewan peliharaan yang habis kalian vaksinasi adalah muncul kemerah merahan pada sebagian kulit. Utamanya di sekitar bekasannya.

Jadi misalnya kamu habis suntik vaksin rabies, bisa saja setelah beberapa jam akan muncul kemerah merahan di area tersebut.

Tapi Anda tidak perlu khawatir, sebab nanti seiring dengan pulihnya kondisi kucing, maka tanda tersebut juga bakalan ikutan hilang.

Jadi efek samping vaksin kucing yang berupa kemerahan ini hanya bersifat sementara saja.

3. Kucing Muntah

Salah satu efek samping vaksin rabies pada kucing adalah membuatnya menjadi muntah muntah, tapi sebenarnya tidak hanya jenis ini sih. Bahkan Vaksin Tricat juga dapat menyebabkan hal yang sama.

Ya pada intinya adalah kemungkinan hal hal semacam itu sudah pasti ada. Namun ada kucing yang mengalami, dan ada pula yang tidak sama sekali.

Baca juga: Jadwal Vaksin Kucing Yang Benar & Tepat Terbaru

Apabila sebelum fase suntikan itu kalian berikan ternyata kucing dalam kondisi sehat wal afiat. Tentu hal semacam itu tidak mungkin terjadi.

Tapi sebaliknya jika memang sedikit kurang sehat, maka bisa saja setelah beberapa menit atau jam, kucing mendadak muntah muntah.

Cuma kalian tidak perlu khawatir, itu hal yang wajar.

Dan yang penting adalah setiap vaksin itu isinya virus yang sudah dilemahkan, jadi aman dari resiko kematian, kalaupun ada, persentasenya akan sangat kecil.

4. Diare

Dalam beberapa kasus, efek samping vaksin kucing bisa juga sampai tahapan diare. Apabila hal semacam ini terjadi, tinggal kalian beri makan seperti biasa.

Nanti juga lama lama akan sembuh. Atau bisa juga beli obat mencret kucing untuk membantu meredakan gejala diarenya secepat mungkin.

Baca juga: 4 Manfaat Vaksin Kucing Yang Perlu Kamu Ketahui Terbaru

Namun secara garis besar, Anda tidak perlu terlalu panic dan selalu kondisikan agar tenang.

5. Gatal Gatal

Hal lain yang mungkin bakalan terjadi adalah munculnya efek gatal pada sebagian atau seluruh tubuh kucing.

Ini adalah reaksi wajar dan banyak kucing yang mengalaminya juga. Kamu tidak usah terlalu cemas.

Baca juga: Pengalaman Vaksin Kucing Untuk Pertama Kalinya

Apalagi empus punya mekanisme garukan yang dapat menjangkau hingga ke seluruh bagian tubuh. Jadi secara alami tidak perlu kamu bantu.

Tapi jika merasa kasian dan mau bantu garuk juga gak papa. Bisa juga dengan mengelus ngelus di bagian yang gatal.

6. Gusi Pucat

Efek samping vaksin kucing lainnya yang kerap muncul adalah warna gusi yang mendadak berubah menjadi pucat.

Untuk memeriksanya, bisa langsung dengan membuka bagian mulut kucing. Dan jika diperlukan, silahkan gunakan senter untuk bisa melihat dengan jelas.

7. Demam

Layaknya yang terjadi pada manusia, efek samping vaksin kucing juga dapat menyebabkan kondisi tubuh mereka menjadi demam.

Sebab demam itu kan adalah tanda alami tubuh saat antibody mereka berusaha membunuh virus yang masuk lewat jalur panas tubuh.

Sehingga mereka berusaha menaikan suhu tubuh agar virus cepat mati. Cuma ya begitu, harus kamu control biar lonjakan suhunya tidak sampai tinggi banget.

Nanti kalau antibody sudah menang, toh demamnya bakalan ikutan hilang.

8. Flu

Gejala umum yang ikutan terjadi pada kucing demam adalah flu, biasanya ini menjadi efek lanjutan dari kejadian demam barusan.

Cuma persentase kucing yang mengalami hal demikian termasuk sedikit.

Jadi bisa vaksinperak.com bilang, Anda tidak perlu khawatir dengan gejala gejala semacam ini.

9. Pingsan

Efek samping vaksin kucing yang paling parah sih adalah pingsan. Namun ini adalah hal yang sangat jarang terjadi.

Mentok mentok bisa saja ada kalau misalkan saat kondisinya sakit, malah kamu paksakan untuk menerima vaksin. Nah itu baru bisa empus kalian jadi pingsan.

Kurang lebihnya itulah kesembilan efek samping yang perlu kalian waspadai sebagai pemilik hewan peliharaan. Jaga kucingmu selayaknya kamu menjaga tubuhmu sendiri.

5 Ciri Ciri Kucing Sudah Divaksin Yang Benar Terbaru 2024

Ciri ciri kucing sudah divaksin memang cukup membingungkan. Tidak banyak orang yang tahu akan tanda tanda khusus yang dimilik oleh kucing setelah melakukan vaksin.

Namun itu bukan berarti Anda tidak bisa memeriksanya sama sekali. Dengan beberapa trik and tips, maka kamu bisa membedakan mana yang sudah vaksinasi dan mana yang belum.

Ini sangat penting untuk Anda ketahui terutama saat mau membeli hewan peliharaan dari tempat breeding.

Apalagi jika yang mau Anda beli adalah termasuk dari jenis yang punya harga mahal. Tentu akan lebih bagus bila memilih yang sudah vaksin.

Alhasil saat dipelihara, diharapkan tidak mudah sakit. Atau sekalipun sakit, gampang sembuhnya.

Ciri Ciri Kucing Sudah Divaksin

Mungkin kalian, ada yang sedang mencari akan ciri-ciri fisik anabul yang sudah pernah vaksinasi apakah ada atau tidak.

Terus kalaupun ada, itu ciri-cirinya bagaimana.

Baca juga: Daftar Harga Vaksin Kucing Umur 1 Tahun Terbaru

Nah berdasarkan informasi yang dapat vaksinperak.com temukan, ciri-ciri anabul yang habis kena suntik itu memang ada, tapi hanya bersifat sementara.

Artinya jika masih satu dua hari, oke lah masih kelihatan. Tapi jika pengin tahu untuk ciri ciri yang sudah lama, maka tidak ada.

Jadi misalkan kamu pengin tahu kucing umur setahun ada tanda pernah vaksin atau tidak, itu cukup sulit apabila hanya mengandalkan fisik saja.

Alhasil ada hal hal lain yang bisa kalian lihat. Dan daftarnya adalah sebagai berikut:

1. Kartu Vaksinasi

Ciri ciri kucing sudah divaksin atau belum, bisa kamu lihat dari kartu vaksinasi yang dia miliki. Apabila ada catatannya, tentu artinya sudah.

Namun bila tidak ada, bisa jadi belum. Cuma kartu vaksinasi ini memiliki kelemahan berupa bisa kalian lihat jika membelinya pada tempat yang resmi.

Baca juga: 4 Manfaat Vaksin Kucing Yang Perlu Kamu Ketahui Terbaru

Atau minimal pada pemelihara yang ngerti akan pentingnya tahapan ini.

Tapi jika misalkan pada adopsi kucing liar dan sebagainya, tentu hal ini tidak bisa menjadi acuan. Sebab sudah jelas tidak ada datanya.

2. Stiker Atau Label

Bagi pemilik yang memahami pentinya label vaksin pada peliharaan, tentu ia akan memberikan kepada setiap hewan yang ia rawat. Termasuk kucing ini.

Dengan kata lain, apabila kamu menemukan ada label bertuliskan jenis vaksin dan tanggalnya, tentu itu yang menjadi ciri ciri kucing sudah divaksin sebelumnya.

Baca juga: Penjelasan Vaksin Nobivac Kucing Dan Harga Terbaru

Alhasil setelah kamu pelihara, tentu tidak perlu kalian berikan lagi.

Kecuali untuk jenis jenis tertentu yang sebaiknya kamu berikan tiap tahun. Misalkan saja jenis rabies.

3. Tanda Fisik Khusus

Seperti yang sudah sempat admin jelaskan, kalau misalkan tanda fisik khusus yang anabul miliki itu sudah pasti ada.

Dan itu biasanya berupa pembengkakan ataupun kemerah merahan pada bekas suntikannya.

Selain itu bisa juga kamu lihat dari perilakunya yang mendadak lemas seperti sedang sakit.

Karena itu ada reaksi umum dari antibody tubuh yang sedang berusaha mengenali dan melawan vaksin tersebut.

Apalagi kalau kalian belum tahu, cara kerja vaksin kucing itu kan dengan membantu antibody mengenali sebuah jenis virus lewat suntikan yang berisi cairan virus yang sudah dilemahkan.

Jadi diharapkan dari virus lemah itu, antibody bisa mengenali dan mempelajari bagaimana cara melawanya.

Alhasil ketika nanti mengalami sedikit sakit dan sembuh, maka saat ada virus yang sama menyerang, maka antibody sudah tahu bagaimana cara melawannya.

Sehingga saat kenapun tidak akan menyebabkan sakit parah apalagi kematian. Palingan cuma sekedar lemas lemas sebagai efek antibody yang sedang berjuang melawan.

4. Sertifikat Vaksinasi Kucing

Sama halnya dengan manusia, kucing yang sudah kamu berikan vaksinasi di tempat resmi, tentu biasanya bakal mendapatkan sertifikat.

Makanya itu jadi salah satu ciri ciri kucing sudah divaksin atau belum.

Kalau ada, berarti sudah. Kalau belum, maka bisa jadi belum menerima vaksin.

Alhasil nanti saat kamu yang memelihara, bisa berupaya untuk menyusun jadwal vaksin kucing yang benar.

Yang mana bisa kalian mulai dengan membaca tahapan vaksin kucing yang benar.

5. Nomor Mikrochip

Jika kamu membeli kucing secara impor, biasanya ada nomor microchip yang menandakan sang hewan sudah menerima proses vaksinasi oleh pemilik sebelumnya.

Maka dari itu, ini bisa menjadi bahan yang bisa kalian tanyakan.

Yaitu bertanya perihal kelengkapan nomor microchip vaksinnya ada apa enggak. Kalau ada ya syukur.

Kalau nggak ada, minimal lihat sertifikat vaksinasi yang sudah hewan miliki.

Nah itulah kelima ciri ciri kucing sudah divaksin atau belum. Silahkan periksa dengan teliti yah kakak.

Daftar Harga Vaksin Kucing Umur 1 Tahun Terbaru 2024

Bagi kamu pemilik kitten yang masih kecil dan sedang mencari harga vaksin kucing umur 1 tahun. Ada baiknya kamu menyimak ulasan dari kami berikut ini.

Karena pada kesempatan ini, vaksinperak ingin membahas mengenai daftar harga vaksi dari umur 0 bulan sampai dengan 12 bulan.

Jadi nanti silahkan baca dan pahami untuk mempertimbangkan apakah ingin menjalankan proses vaksin atau tidak.

Harga Vaksin Kucing Umur 1 Tahun

Harga vaksin kucing umur 1 tahun antara Rp360.000 – Rp600.000 yang terbagi dalam 3 tahapan. Yang mana masing masing tahapan vaksin kucing memiliki tariff yang berbeda beda.

Baca juga: Jadwal Vaksin Kucing Yang Benar & Tepat Terbaru

Dan terkait perbedaan itu, selain karena jenis vaksin, ternyata tempat klinik hewan, puskeswan, maupun di tempat praktik dokter juga turut membedakan harga.

Berbicara mengenai vaksinasi, kita tahu bahwa vaksin untuk kucing sangat direkomendasikan untuk dilakukan.

Untuk itu, karena pentingnya vaksinasi pada anabul, kamu pun perlu mempersiapkan budget untuk pergi ke dokter hewan.

Sebelum mempersiapkan budget kamu, alangkah baiknya jika kamu menyimak ulasan dari kami tentang harga vaksin kucing berikut ini:

1. Umur 2 sampai 3 bulan: Rp80.000 – Rp250.000

Bagi kamu yang belum tahu, vaksin kucing pertama yang diberikan adalah ketika anabul berumur 2 – 3 bulan yaitu ketika ia sudah mulai berhenti menyusui induknya.

Pada umur tersebut sistem kekebalan tubuh kucing sudah mulai bagus, sehingga bisa untuk kamu berikan vaksin dosis pertama.

Baca juga: 4 Manfaat Vaksin Kucing Yang Perlu Kamu Ketahui Terbaru

Dan Vaksin pertama yang bisa kalian berikan adalah vaksin tricat atau F3. Gunanya untuk mencegah anabul terserang penyakit menular berbahaya.

Beberapa penyakit yang dapat kamu cegah dengan vaksin tricat adalah panleukopenia, calicivirus, dan rhinotracheitis.

Pada umumnya harga vaksin tricat untuk kucing berumur 2 – 3 bulan berkisar antara Rp80.000 sampai dengan Rp250.000.

Harga vaksin kucing umur 1 tahun jenis tricat ini mungkin akan berbeda-beda tergantung dari kebijakan klinik atau dokter hewan yang menangani.

2. Umur 3 – 4 tahun: Rp180.000 – Rp210.000

Pemberian vaksin dosis kedua adalah pada umur 3 – 4 tahun.

Sebagai informasi tambahan, kucing yang kamu beri vaksin dosis pertama di umur 2 – 3 tahun membutuhkan waktu beberapa hari untuk beradaptasi dengan tubuhnya.

Baca juga: Berapa Kali Vaksin Kucing Diberikan Tiap Tahun?

Setelah kucing sudah dapat beradaptasi dengan baik, maka terhitung satu bulan dari hari itu dosis kedua bisa kalian berikan lagi, yaitu ketika berumur 3 – 4 tahun.

Jenis vaksin dosis kedua yaitu vaksin tetracat atau F4 yang berfungsi untuk menguatkan kembali vaksin dosis pertama.

Harga vaksin kucing umur 1 tahun tetracat dosis kedua ini berkisar Rp180.000 sampai dengan Rp210.000.

Pada beberapa kesempatan dokter juga bisa merekomendasikan dosis vaksin kedua dengan memberikan vaksin tricat.

Dosis kedua vaksin Tricat akan sedikit lebih mahal jika kau bandingkan dengan yang pertama, yaitu berkisar Rp170.000 sampai dengan Rp250.000.

3. Umur 1 Tahun:  Rp100.000-an

Harga vaksin kucing umur 1 tahun untuk jenis rabies adalah Rp50.000 – Rp100.000, dan bisa lebih tergantung dari tempat Anda menyuntikan obat tersebut.

Jadi secara umum, vaksin wajib kalian berikan pada 1 tahun pertama sebanyak tiga kali. Sehingga total harga vaksin kucing umur 1 tahun antara Rp360.000 – Rp600.000.

Mahal atau tidaknya, tergantung dari dokter hewan yang kalian kunjungi untuk melakukan suntik vaksinnya.

Oh ya, tadi kan saya bilang vaksin sebaiknya lakukan sebanyak 3x dalam setahun.

Nah bagi yang tidak tahu umur anabulmu yang mungkin karena lupa atau karena kamu adopsi saat ia sudah besar, maka tidak ada salahnya untuk tetap memberikan vaksin.

Konsultasikan pemberian vaksin untuk yang satu ini dengan dokter hewan agar ia dapat memperkirakan umur dan jenis vaksin yang tepat.

Berdasarkan informasi yang kami dapat jika umur kucing sudah 6 bulan dan ia belum divaksin, maka harga vaksin yang dipatok akan sedikit berbeda.

Sedangkan jenis vaksin yang digunakan dapat berupa vaksin tricat atau tetracat namun dengan kisaran harga yang berbeda.

Untuk jenis vaksin tricat dipatok harga kisaran Rp100.000 sampai dengan Rp250.000. Sedangkan jenis vaksin tetracat berkisar Rp180.000 sampai dengan Rp210.000.

Meskipun jenis vaksin yang kucing terima adalah sama, namun perbedaan harga tersebut sangat bergantung pada dosis atau takaran yang mereka gunakan.

Baca juga: 5 Ciri Ciri Kucing Sudah Divaksin Yang Benar Terbaru

Kucing berumur 6 bulan atau lebih mampu menerima dosis atau takaran yang lebih banyak ketimbang anak kucing berumur 2 – 3 bulan.

4. Lebih dari 1 tahun: Rp50.000 – Rp200.000

Kucing yang memiliki umur lebih dari 1 tahun bisa menerima vaksin booster dan vaksin rabies.

Perlu Anda ketahui, vaksin rabies bisa saja kucing terima pada umur 6 bulan. Namun umumnya vaksin ini dokter anjurkan ketika anabul berumur 12 bulan bersamaan dengan vaksin booster.

Vaksin booster dan vaksin rabies diberikan untuk anabul yang sudah pernah menerima dua kali suntik vaksin di tahun pertamanya.

Kedua jenis vaksin ini diberikan satu tahun sekali dengan hitungan 12 bulan setelah pemberian vaksin terakhir untuk anabul yang sering keluar rumah.

Sedangkan untuk anabul yang jarang berinteraksi dengan hewan lain atau seringnya di rumah saja, maka pemberian vaksin booster dan vaksin rabies bisa 1 – 3 tahun sekali saja.

Tentunya hal ini dapat kamu konsultasikan lebih lanjut dengan dokter hewan kamu ya.

Nah untuk harga vaksin rabies berkisar antara Rp50.000 sampai dengan Rp100.000. Sedangkan harga vaksin booster berkisar Rp100.000 sampai dengan Rp200.000.

Sekian artikel tentang harga vaksin kucing umur 1 tahun yang bisa kami berikan. Semoga bermanfaat!

Jadwal Vaksin Kucing Yang Benar & Tepat Terbaru 2024

Meluangkan waktu untuk mengatur jadwal vaksin kucing yang tepat adalah kewajiban dari seorang catlovers dimanapun mereka berada.

Sebagai pemilik yang menyayangi anabulnya kamu perlu membuat janji dengan dokter hewan untuk membahas pemberian vaksin kucing.

Dengan begitu kamu dapat menentukan kapan waktu yang tepat untuk memberikan vaksin ke anabul.

Simak ulasan berikut ini sebelum kamu bertemu dengan dokter hewan ya.

Jadwal Vaksin Kucing

Jadwal vaksin kucing yang tepat ditentukan oleh dokter hewan dan kamu sebagai pemilik kucing.

Dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan terkait anabul kamu untuk mempertimbangkan waktu dan jenis vaksin yang diberikan.

Baca juga: Berapa Kali Vaksin Kucing Diberikan Tiap Tahun?

Sebagai pemilik anabul, kamu perlu menjawab beberapa pertanyaan tersebut agar pemberian vaksin bisa cocok dengan kesibukan kamu dan jenis vaksin yang akan diberikan kepada kitten.

Kamu juga dapat bertanya kepada dokter jika mempunyai pertanyaan seputar vaksin yang belum kamu pahami dengan baik.

Biasanya dokter akan memberikan jawaban yang menyeluruh agar kamu bisa memahami vaksin kucing dengan lebih baik.

Sebagai contohnya dokter bisa menjelaskan tentang manfaat melakukan vaksinasi pada kucing sesuai jadwal.

Salah satu manfaat vaksin kucing secara rutin adalah anabul akan memiliki umur lebih panjang karena jarang sakit, atau kalaupun sakit gejalanya pun tidak akan parah.

Nah jika dari catlovers bertanya, vaksin kucing umur berapa?

Dokter akan merekomendasikan pemberian vaksin kucing yang paling tepat adalah pada umur 1 tahun pertama.

Vaksin kucing umur 1 tahun menjadi krusial karena di umur tersebut sistem kekebalan tubuh anabul sedang mengalami penurunan.

Penurunan sistem kekebalan tubuh pada kucing pertama terjadi di umur 2 bulan setelah ia berhenti menerima ASI dari induknya.

Maka dari itu pada umumnya dokter akan memberikan jadwal vaksin kucing sebagai berikut:

1. Jadwal Vaksin Pertama – Tricat

Dosis vaksin pertama diberikan ketika anabul berumur 2 bulan.

Pada umur 2 bulan, dokter biasanya akan memberikan jenis vaksin tricat atau F3 untuk mencegah virus panleokopenia, calicivirus, dan rhinotracheitis.

Ketiga virus tersebut merupakan virus yang cukup berbahaya bagi kitten karena dapat menyebabkan masalah infeksi saluran pernapasan hingga kematian.

Untuk menghindari hal mengerikan itu terjadi, dokter menyarankan pemberian vaksin tricat sebanyak satu tahun sekali di kemudian hari.

Pada dosis vaksin pertama ini, dokter juga akan memberikan vaksin yang bersifat opsional, yaitu vaksin FeLV.

Vaksin FeLV adalah jenis vaksin yang berfungsi untuk mencegah virus leukimia pada kucing.

2. Jadwal Vaksin Kedua – Tetracat

Setelah pemberian vaksin pertama dokter akan memberikan jeda selama 1 bulan sebelum memberikan dosis vaksin kedua.

Baca juga: Penjelasan Vaksin Nobivac Kucing Dan Harga Terbaru

Vaksin kedua diberikan pada umur kitten 3-4 bulan dengan harapan memperkuat pemberian vaksin pertama.

Untuk jenis vaksin kedua dokter akan memberikan jenis vaksin tetracat atau F4  sebagai vaksin wajib dan vaksin FeLV sebagai vaksin opsional.

Vaksin tetracat memiliki fungsi yang sama dengan vaksin tricat hanya saja terdapat perlindungan tambahan terhadap virus chlamydia.

3. Jadwal Vaksin Kucing Ketiga – Rabies

Pada umur 6 bulan, anabul kamu bisa diberikan vaksin rabies sebagai pencegahan penyakit rabies atau “anjing gila”.

Jika kamu melewatkan pemberian vaksin dosis kedua di umur 3-4 bulan, maka pada tahap ini kamu bisa memberikan vaksin tetracat, FeLV, dan vaksin rabies bersamaan.

Tentu saja dengan petunjuk dari dokter hewan dan hanya dokter yang boleh memberikan suntikan vaksin.

4. Jadwal Vaksin Keempat – Tahunan

Vaksin tahunan atau yang biasa disebut vaksin booster diberikan untuk anak kucing yang sudah dewasa berusia lebih dari 1 tahun.

Baca juga: Daftar Harga Vaksin Kucing Umur 1 Tahun Terbaru

Jenis vaksin booster yang diberikan adalah vaksin tricat/tetracat dan vaksin rabies.

Pada setiap praktik dokter hewan mungkin akan berbeda dalam pemberian jadwal vaksin kucing.

Maka dari itu kamu tetap perlu untuk menkonsultasikannya dengan dokter hewan kamu ya.

Semoga bermanfaat!

4 Manfaat Vaksin Kucing Yang Perlu Kamu Ketahui Terbaru 2024

Mengetahui manfaat vaksin kucing sebelum benar benar memberikan suntikan kepada anabul adalah hal yang perlu dilakukan.

Dengan begitu, Anda dapat mempertimbangkan baik buruknya. Lalu bisa mengira ngira apakah peliharaanmu benar benar membutuhkan hal tersebut atau tidak.

Jika pada akhirnya butuh, kan tinggal melakukan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan oleh dokter hewan.

Tinggal ikuti tahapan vaksin kucing yang benar.

Sebaliknya jika tidak butuh, kan tinggal skip saja yah.

Manfaat Vaksin Kucing

Manfaat vaksin kucing yang paling utama adalah mencegah penyakit menular berbahaya pada kucing.

Semua jenis anak kucing, baik yang domestik, ras, atau campuran, pasti berisiko terkena penyakit berbahaya yang disebabkan virus ataupun bakteri.

Baca juga: Berapa Kali Vaksin Kucing Diberikan Tiap Tahun?

Satu dari sekian banyak cara melindungi anabul dari bakteri atau virus berbahaya adalah dengan memastikan ia diberi vaksin.

Vaksin yang baik dan benar adalah vaksin yang direkomendasikan oleh dokter hewan.

Rekomendasi vaksin dari dokter hewan tentunya dapat dipercaya karena merupakan ahli di bidangnya.

Dokter akan mempertimbangkan berbagai macam hal sebelum memberikan vaksin yang tepat, salah satunya adalah kebermanfaatan vaksin kucing itu sendiri.

Beberapa manfaat vaksin kucing diantaranya ialah:

1. Membentuk Sistem Kekebalan Tubuh

Manfaat vaksin kucing yang pertama adalah membentuk sistem kekebalan tubuh terhadap virus tertentu yang spesifik menurut antigen yang diberikan.

Antigen sendiri merupakan zat asing berupa virus atau bakteri yang dilemahkan atau bahan kimia yang mampu merangsang sistem kekebalan tubuh.

Baca juga: Penjelasan Vaksin Nobivac Kucing Dan Harga Terbaru

Rangsangan atau stimulus terhadap sistem kekebalan tubuh akan membentuk antibodi atau “tentara” yang spesifik melawan penyakit tertentu.

2. Mencegah Penyakit Menular Berbahaya

Antibodi yang sudah terbentuk akan mencegah penyakit menular berbahaya, seperti panleukopenia, feline immunodeficiency virus (FIV), dan leukimia.

Beberapa penyakit tersebut dapat menyebabkan kucing mengalami diare, infeksi saluran pernapasan, dan kehilangan nafsu makan.

Pada beberapa virus seperti rabies bahkan dapat menyebabkan kematian penderitanya.

Sebagai bentuk pencegahan dari hal tersebut, maka penting untuk memberikan vaksin pada kucing agar terhindar dari penyakit menular berbahaya.

Selain itu kalaupun terkena penyakit maka gejala yang muncul cenderung tidak akan parah.

3. Melindungi Pemilik Kucing Dari Penyakit Mematikan

Salah satu penyakit berbahaya yang dapat ditularkan oleh kucing kepada manusia adalah penyakit rabies.

Penyakit rabies atau “anjing gila” bisa menular melalui gigitan dan air liur kucing yang terinfeksinya.

Baca juga: Jadwal Vaksin Kucing Yang Benar & Tepat Terbaru

Orang yang terinfeksi penyakit rabies hampir dapat dipastikan tidak dapat ditolong jika tidak segera ditangani oleh pihak medis.

Maka dari itu satu-satunya cara agar hal tersebut tidak terjadi adalah mencegahnya melalui pemberian vaksin rabies kepada kucing.

Dengan memberikan vaksin rabies, kamu telah melindungi anabul kesayanganmu dan dirimu sendiri dari bahaya penyakit rabies.

4. Menghemat Waktu Dan Biaya

Sekalipun tidak menyebabkan kematian pada anabul, namun biaya pengobatan kucing sakit sangat mahal.

Mulai dari biaya konsultasi sampai harga obat-obatan yang harus ditebus bahkan bisa mencapai jutaan rupiah.

Baca juga: Kucing Makan Cicak Boleh Gak? Cek Penjelasan Terbaru

Belum lagi waktu yang tersita untuk bolak-balik periksa ke dokter hewan, perawatan di rumah, dan rasa cemas yang menghantui pemiliknya.

Jika biaya vaksinasi hanya puluhan sampai ratusan ribu rupiah saja, jelas lebih murah vaksinasi dibandingkan pengobatan ke dokter.

Apalagi untuk jenis vaksinasi tertentu bisa mendapat potongan harga bahkan gratis pada hari perayaan tertentu, seperti hari rabies sedunia.

Pada hari rabies sedunia kamu bisa mendapatkan vaksin rabies gratis dari layanan pemerintah kabupaten atau kota yang mengadakan program vaksin gratis.

Dengan memberikan vaksin kepada kucing, maka waktu dan biaya yang dikeluarkan dapat ditekan seminimal mungkin.

Nah ternyata banyak manfaat dari vaksin kucing ya catlovers..

Sekian pembahasan kita kali ini mengenai manfaat vaksin kucing.

Semoga dengan informasi ini kamu tidak ragu lagi untuk memberikan vaksin pada anabulmu ya!

Berapa Kali Vaksin Kucing Diberikan Tiap Tahun?

Banyak catlovers yang baru punya kitten bertanya, berapa kali vaksin kucing dikasih, min?

Apa benar tiap tahun harus divaksin?

Wajib nggak sih kucing divaksin? Soalnya kucingku di rumah aja nggak kemana-mana.

Nah kali ini mimin akan jawab pertanyaan kalian di sini nanti. Simak pembahasannya berikut ini ya.

Berapa Kali Vaksin Kucing

Berapa kali vaksin kucing bukan tergantung dari apakah kitten sering di rumah saja atau tidak. Melainkan berdasarkan usia dan kondisi kesehatan kucing.

Baca juga: Penjelasan Vaksin Nobivac Kucing Dan Harga Terbaru

Hal ini dikarenakan tujuan dari vaksinasi sendiri adalah untuk mencegah penyakit menular berbahaya yang dapat menginfeksi kucing di kemudian hari.

Kalau kamu adalah pemilik anabul yang rutin pergi ke petshop, maka kamu pastinya akan bertemu dengan kucing lainnya.

Tidak menutup kemungkinan anabulmu akan berinteraksi dengan kucing lainnya yang belum tentu dalam keadaan sehat.

Untuk menghindari potensi penularan penyakit dari kucing lainnya, maka sebaiknya anabul diberi vaksin sejak usia dini.

Usia yang ideal untuk pertama kali diberi vaksin adalah usia 2 bulan pertama sejak ia lahir. Ingat ya bukan usia 2 bulan kamu merawat kucing.

Jika kamu punya kucing karena diberi oleh orang lain, maka sebaiknya kamu tanyakan kepada pemilik sebelumnya berapa usia kucing saat itu dan apakah ia sudah divaksin atau belum.

Berapa Kali Vaksin Kucing Dilakukan?

Vaksin kucing dilakukan sebanyak 2 kali di usia pertamanya. Dengan detail diberikan di bulan ke 2, dan diberikan di bulan berikutnya (usia sekitar 3 bulanan).

Jika di tahun pertama kucing sudah mendapatkan dua kali dosis penyuntikan, maka untuk selanjutnya kucing hanya diberi vaksin satu kali tiap tahunnya.

Yaitu vaksin tetracat dan vaksin rabies (opsional).

Baca juga: Rekomendasi Dokter Hewan Bandung Terpercaya

Untuk jenis vaksin yang lain dapat diberikan apabila dokter merasa bahwa kucing mungkin memiliki faktor risiko penyakit lain yang membutuhkan vaksinasi.

Urutan Vaksin Kucing Yang Benar

Urutan vaksin kucing yang benar untuk pertama kali diberikan adalah vaksin tricat kemudian disusulkan vaksin tetracat.

Vaksin yang pertama yaitu vaksin tricat atau F3 adalah vaksin yang berguna untuk mencegah virus feline calicivirus, feline rhinotracheitis, dan feline panleukopenia.

Setelah diberi jarak interval 4 minggu, vaksin kedua yang diberikan adalah vaksin tetracat atau F4.

Hampir sama dengan fungsi vaksin sebelumnya, vaksin ini juga memberikan perlindungan dari penyakit menular berbahaya termasuk penyakit chlamydia.

Ketika anabul sudah melakukan dua kali vaksinasi, biasanya dokter akan menyarankan dosis vaksin ketiga.

Dosis vaksin ketiga yang diberikan bersifat opsional namun sangat dianjurkan karena bertujuan untuk melindungi penyakit rabies atau biasa disebut vaksin rabies.

Untuk jenis vaksin rabies hanya dapat disuntikkan oleh dokter hewan. Jadi kamu jangan berani untuk coba-coba menyuntikkannya sendiri ya..

Baca juga: 4 Manfaat Vaksin Kucing Yang Perlu Kamu Ketahui Terbaru

Nah ketika anabul sudah melakukan vaksinasi yang lengkap di tahun pertama, maka sudah saatnya memberikan vaksin booster.

Vaksin booster adalah jenis vaksinasi yang dilakukan untuk memberikan booster atau penguatan terhadap antibodi yang sudah diberi vaksin sebelumnya.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan efektivitas sistem imun tubuh terhadap serangan virus menular berbahaya.

Karena seiring bertambahnya usia, sistem kekebalan tubuh kucing akan menurun, sehingga memudahkan virus untuk masuk dan menyerang.

Baca juga: Kucing Makan Cicak Boleh Gak? Cek Penjelasan Terbaru

Dalam kesempatan lain, doker mungkin juga akan memberikan vaksinasi tambahan yang ditujukan untuk penyakit tertentu.

Salah satu vaksinasi tambahan lainnya adalah vaksin leukimia yang berfungsi mencegah penyakit leukimia.

Lalu ada vaksin feline immunodeficiency virus (FIV) yang mirip dengan human immunodeficiency virus (HIV) pada manusia, yang menyerang sistem kekebalan tubuh.

Sekian pembahasan tentang berapa kali vaksin kucing diberikan. Kalau kamu masih ragu, silahkan tuliskan pertanyaan kamu di kolom komentar ya.

Penjelasan Vaksin Nobivac Kucing Dan Harga Terbaru 2024

Untuk kamu yang baru punya anabul dan baru denger vaksin nobivac kucing, maka ini adalah artikel yang tepat buat kamu.

Kami akan memberikan ulasan lengkap mulai dari apa itu vaksin nobivac, kapan harus kau berikan, sampai berapa harganya.

Yuk simak pembahasannya berikut ini.

Vaksin Nobivac Kucing

Vaksin Nobivac kucing adalah jenis vaksin yang biasanya direkomendasikan oleh dokter hewan.

Dokter dapat menyarankan pemberian vaksin nobivac kepada hewan peliharaan untuk mencegah penyakit rabies.

Baca juga: Rekomendasi Dokter Hewan Bandung Terpercaya

Hal ini karena penyakit rabies pada hewan sangat berbahaya dan dapat menular kepada manusia.

Penularannya bisa melalui gigitan hewan yang terinfeksi atau air liur yang tidak sengaja masuk ketika pemilik hewan bermain dengan peliharaannya.

Hewan yang terinfeksi rabies bisa menjadi sangat liar, makanya penyakit ini sering masyarakat kenal dengan sebutan “penyakit anjing gila”.

Selain hewan menjadi liar, gejala penyakit ini ialah sulit bernapas, mengeluarkan air liur berlebihan, kejang, dan kelemahan atau kelumpuhan pada kaki.

Untuk kasus yang lebih parah bahkan dapat menyebabkan kematian baik kepada hewan yang terinfeksi atau manusia.

Apa Itu Vaksin Nobivac Kucing

Vaksin Nobivac kucing merupakan merk dagang dari perusahaan Nobivac berupa produk vaksin yang khusus untuk hewan peliharaan yang dapat terkena penyakit rabies, termasuk kucing.

Kucing merupakan hewan yang riskan terinfeksi rabies ketika sedang berinteraksi dengan hewan lain.

Kebiasaan kucing yang seringkali mencium atau menjilat kucing lain dapat terlihat lucu namun juga berisiko menularkan penyakit rabies.

Baca juga: Apa itu Vaksin Kucing F4? Ini Penjelasan Lengkapnya

Agar terhindar dari penularan rabies dan anabul bisa nyaman bermain dengan temannya, maka disarankan untuk segera memberikan vaksin Nobivac.

Yang penting untuk selalu berikan sesuai petunjuk dokter.

Kapan Vaksin Nobivac Kucing Harus Diberikan?

Vaksin Nobivac biasanya diberikan oleh dokter hewan yang ahli dan bersertifikasi ketika usianya sudah sekitar 12 bulan (1 tahun).

Maka dari itu, karena pemberianya oleh dokter, kamu jangan coba-coba untuk memberikan vaksin Nobivac sendiri ke anabulmu ya.

Kamu bisa mengunjungi tempat praktik dokter hewan atau klinik hewan terdekat untuk berkonsultasi dengan dokter hewan di sana.

Baca juga: 4 Tahapan Vaksin Kucing yang Wajib Di Ketahui

Biasanya mereka akan menanyakan usia kucing kamu, memeriksa kesehatannya, dan menanyakan perihal vaksinasi yang sudah anabul jalani.

Hal ini penting untuk memutuskan apakah anabul sudah memenuhi syarat untuk pemberian vaksin Nobivac.

Syarat untuk suntikan vaksin Nobivac adalah anabul harus berusia minimal 12 bulan dan sudah pernah dua kali melakukan vaksinasi.

Vaksin yang diberikan sebelum vaksin Nobivac adalah vaksin tricat dan vaksin tetracat.

Vaksin tricat biasa catslover berikan pada usia 2 bulan. Sedangkan vaksin tetracat diberikan ketika anabul menginjak usia 3-4 bulan.

Baca juga: Berapa Kali Vaksin Kucing Diberikan Tiap Tahun?

Kedua jenis vaksin tersebut merupakan syarat vaksin rabies yang harus kalian penuhi (kecuali dokter memberikan anjuran lainnya) saat vaksinasi Nobivac.

Selain itu vaksin Nobivac juga bisa kamu jadikan sebagai vaksin booster yang mana pemberiannya bisa satu tahun sekali.

Vaksin booster ini akan diberikan bersamaan dengan pemberian vaksin tetracat tahunan.

Harga Vaksin Nobivac Kucing

Harga vaksin Nobivac kucing cukup murah jika kita bandingkan dengan jenis lainnya, yaitu sekitar Rp50 ribu – Rp100 ribuan di klinik hewan atau puskeswan.

Murah kan?

Bahkan yang lebih menarik lagi adalah kamu bisa mendapatkannya secara gratis lho. Dan caranya ialah dengan mengikuti program pemerintah yang kerap terselenggara tiap tahun.

Baca juga: 6+ Vaksin Kucing Murah Dan Harganya TerUpdate

Contohnya bulan September kemaren.

Biasanya emerintah bekerjasama dengan klinik hewan atau puskeswan setiap tahun menyelenggarakan vaksinasi rabies gratis untuk mengurangi jumlah penyakit rabies pada hewan.

Makanya pada event tersebut, kamu bisa memanfaatkan untuk mendapatkan suntik rabies kucing gratis.

Sekian artikel tentang vaksin Nobivac yang bisa kami berikan.

Silahkan baca artikel kami lainnya biar kamu lebih tahu tentang vaksin kucing. Semoga bermanfaat!

Vaksin Kucing: Syarat, Jenis, Dan Harga Terupdate 2024

Sebagai seorang catlovers kamu perlu memperhatikan kesehatan anabul kesayanganmu dengan cara memberikannya vaksin kucing yang tepat.

Pemberian vaksin yang tepat dapat membuat anabul tetap sehat dan terhindar dari berbagai macam virus dan bakteri.

Apalagi kini sering muncul kasus virus mematikan yang bisa menyerang hewan peliharaan semacam kucing.

Jadi kamu harus lebih berhati hari dan memberikan pertahan lebih dengan cara vaksinasi.

Vaksin Kucing

vaksin kucing

Vaksinasi kucing adalah kegiatan penyuntikan yang berisi antigen atau mikroorganisme yang sudah lemah atau bahkan nonaktif demi menjadi media stimulus sistem imun di tubuh kucing.

Sistem imun tersebut nantinya akan membentuk antibodi khusus yang mencegah virus/bakteri masuk ke tubuh.

Baca juga: Rekomendasi Dokter Hewan Bandung Terpercaya

Kalaupun kucing kamu terinfeksi virus/bakteri, maka bagi yang sudah pernah vaksin, tidak akan mengalami gejala yang parah.

Hal ini karena antibodi kucing yang sudah menerima vaksin, telah membentuk senjata khusus untuk mendeteksi dan membunuh virus yang masuk ke tubuh.

Sebaliknya bagi yang belum, maka itu baru pertama kali antibody melawan virus tersebut. Alhasil proses penyembuhannya akan lama.

Atau kalau misalkan sampai kalah, maka ujung ujungnya bisa mati. Itulah sebabnya admin vaksinperak.com selalu bilang kalau vaksinasi itu penting.

Syarat Vaksin Kucing

Sebelum Anda benar benar akan pergi ke dokter hewan untuk melakukan pemeriksaan dan vaksinasi kucing. Maka alangkah baiknya untuk mengetahui apa saja syarat hewan bisa menerima vaksin.

Nah terkait Syarat vaksin kucing yang kami maksud adalah, silahkan lihat daftarnya di bawah ini:

  • Kucing berusia minimal 2 bulan

Kitten yang sudah cukup umur dengan berat badan minimal 1 kg sudah dapat kamu berikan vaksin. Kamu tidak perlu ragu lagi kalau kucingmu malah sudah berusia 2 bulan.

Segera kunjungi dokter hewan dan dan konsultasikan pemberian vaksin yang tepat buat anabulmu.

  • Sehat (tidak sakit, nafsu makan baik, tidak kutuan)

Dokter akan memeriksa kesehatan kucingmu untuk memastikan ia layak untuk divaksinasi atau tidak.

Kitten juga harus punya nafsu makan yang baik karena sehabis vaksin ia butuh makan yang banyak buat beradaptasi sama vaksinnya.

Ya mirip kaya manusia yang habis vaksin covid, kan sama dokternya suruh banyak makan.

Selain itu, selama proses adaptasi vaksin, kitten juga nggak boleh stress. Karena kalau stress, bisa mengganggu kinerja anti bodi.

Baca juga: 9+ Efek Samping Vaksin Kucing Yang Harus Kalian Tahu

Selain itu, hewan yang stress juga kerap bikin proses pemulihan jadi tambah lama.

  • Tidak sedang hamil

Ingat ya vaksin itu mengandung virus/bakteri yang dilemahkan.

Takutnya kalau kucing lagi hamil, janinnya bisa terpengaruh virus ini. Soalnya janin kucing masih belum punya antibodi yang kuat untuk melawan virus yang bakalan kaliam masukkan.

  • Tidak dalam keadaan stres

Kucing biasanya bisa stres kalau di bawa ke tempat baru atau bertemu orang baru. Makanya kamu perlu perhatiin dia dengan ekstra lebih ketika bakalan vaksin.

Sebelum berangkat untuk vaksinasi ke klinik hewan atau dokter hewan, berilah usapan lembut agar ia merasa nyaman.

Kalau anabul udah nyaman, ia bakalan ga rewel, tenang, dan siap buat kamu suntik.

  • Terbebas dari cacingan

Nah ini syarat yang nggak kalah penting ya catlovers. Kamu harus pastiin dia bebas dari cacingan.

Kamu bisa beri dia obat cacing dulu sebelum divaksin.

Tentunya kamu tanya dokter dulu ya kalau mau memberikan obat cacing ke anabul.

Selain syarat-syarat yang perlu kamu tahu, kamu juga perlu tahu jenis vaksin yang tepat buat anabulmu.

Jenis Vaksin Kucing

Jenis vaksin kucing yang dianjurkan dokter hewan ada 2 kategori, yaitu vaksin inti dan vaksin noninti.

Vaksin inti merupakan vaksin yang dapat diberikan kepada semua jenis kucing untuk mencegah penyakit secara umum.

Sedangkan vaksin non inti adalah yang bersifat opsional. Artinya boleh kalian lakukan dan boleh juga skip.

Beberapa vaksin yang termasuk kategori ini adalah sebagai berikut:

  • Vaksin tricat

Vaksin tricat merupakan jenis vaksin yang pertama kali dokter berikan kepada kitten ketika berusia 2 bulan.

Kitten yang menerima vaksin ini dapat terlindungi dari 3 jenis virus, yaitu feline calicivirus, feline rhinotracheitis, dan feline panleukopenia.

  • Vaksin tetracat

Vaksin tetracat merupakan jenis vaksin yang diberikan satu bulan setelah kitten menerima dosis vaksin tricat pertama.

Biasanya disebut vaksin F4 karena mampu memberikan proteksi tambahan untuk melawan virus chlamydia dan tiga virus lain yang mampu dikalahkan vaksin tricat.

  • Vaksin rabies

Vaksin rabies adalah vaksin yang diberikan tiap satu tahun sekali dan bertujuan melindungi kucing dari penyakit rabies.

Jenis vaksin ini biasa praktisi berikan untuk pertama kalinya pada kitten berusia 12 bulan.

Untuk hasil yang maksimal ketika pertama kali adalah, kucing harus sudah mendapat dosis vaksin pertama dan kedua, yaitu vaksin tricat dan vaksin tetracat.

Baca juga: Penjelasan Vaksin Nobivac Kucing Dan Harga Terbaru

Untuk vaksin noninti sendiri dokter hewan biasanya memberikan kepada kitten dengan kondisi dan faktor risiko tertentu.

Sebagai contoh kitten yang terinfeksi virus leukimia dapat diberikan vaksin feline leukimia.

Lalu ada vaksin feline immunodeficiency virus yang bisa disuntikkan jika kitten mengalami penurunan sistem kekebalan tubuh akibat infeksi virus tersebut.

Urutan Vaksin Kucing

Mengetahui urutan vaksin yang benar memang perlu diketahui jika kamu pengin tidak salah dalam memberikannya.

Adapun mengenai urutan vaksin kucing yang benar adalah sebagai berikut:

  • Vaksin Pertama biasa kitten terima saat berusia 2 bulan, dan itu berupa Tricat
  • Vaksin kedua biasanya dokter anjurkan pada usia 3 bulanan, berupa Tetracat/ F4 (pokoknya kasih jarak minimal 1 bulan dari Tricat)
  • Yang ketiga adalah vaksin rabies dengan anjuran pemberian saat kitten berusia 12 bulan atau sekitar 1 tahun

Nah setelah pemberian vaksin inti tersebut, palingan tinggal yang opsional (non inti)

Vaksin Kucing Umur Berapa

Anjuran vaksin kucing biasanya dokter mulai saat kitten berusia 2 bulan dan dapat terus menerus kalian berikan sampai usia maksimalnya (mati). Namun khusus saat sudah dewasa, maka opsional.

Mengapa 2 bulan? Karena di usia tersebut sistem kekebalan tubuhbawaan dari induk kucing sudah hampir seutuhnya terbentuk.

Baca juga: 6+ Vaksin Kucing Murah Dan Harganya TerUpdate

Jika kitten menerima vaksin sebelum berusia 2 bulan, maka tubuhnya tidak akan mampu menerima dosis vaksin tersebut.

Selain itu, pada usia 2 bulan kitten harus memiliki berat minimal 1 kg dan dalam kondisi kesehatan yang prima.

Hal ini bertujuan untuk membuat anabul tetap dalam keadaan yang sehat ketika menerima vaksin kedua.

Vaksin yang kedua biasa dokter anjurkan dengan jeda waktu satu bulan dari vaksin pertama, yaitu bulan ketiga atau keempat.

Selanjutnya ketika menginjak bulan ke 12, anabul dapat memenuhi syarat untuk menerima vaksin rabies sesuai dengan petunjuk dokter.

Biasanya dokter akan menyarankan untuk melakukan vaksin tahunan atau booster ketika vaksin rabies sudah kamu kasihkan.

Vaksin Kucing Berapa Kali

Vaksinasi biasanya sangat dokter anjurkan sebanyak 3 kali pada usia pertamanya, dan pada tahun tahun berikutnya bakalan sekali saja. Kecuali kalau ada keadaan lain yang memaksanya harus vaksin non inti.

Di satu tahun pertama, vaksin tricat bisa kamu berikan di usia 2 bulan, kemudian di usia 3-4 bulan vaksin kedua bisa kalian berikan berupa F4.

Lanjut di usia satu tahun, dapat diberikan suntik rabies kucing.

Jika pemberian vaksin itu terlewatkan dan kamu tidak tahu usia anabul, maka kamu bisa berkonsultasi dengan dokter hewan.

Dokter hewan akan mengecek kondisi fisik anabul untuk memastikan apakah ia siap untuk diberikan vaksin atau tidak.

Jika ia belum siap untuk diberikan vaksin (karena sakit), maka dokter akan menyarankan untuk mengobatinya dulu.

Kalau sakitnya nggak parah dan hanya butuh istirahat, dokter bisa memberikan vitamin agar kondisi tubuhnya kembali dalam keadaan meningkat.

Harga Vaksin Kucing

Harga vaksin untuk kitten ini berkisar puluhan ribu sampai ratusan ribu rupiah.

Jika kalian bandingkan dengan pengobatannya yang bisa mencapai jutaan rupiah, maka harga vaksin ini tergolong cukup murah lho.

Coba deh kamu bandingin sama vaksin rabies.

Vaksin rabies harganya cuma berkisar Rp50.000-Rp100.000, sedangkan risiko penyakitnya bisa sampai menyebabkan kematian! Jelas itu harga yang murah ya kan

Nah berikut ini harga vaksin yang bisa kamu pertimbangkan untuk kesayanganmu

  1. Vaksin tricat/F3: Rp80.000 sampai dengan Rp250.000
  2. Vaksin tetracat/F4: Rp180.000 sampai dengan Rp210.000
  3. Vaksin rabies: Rp50.000 sampai dengan Rp100.000
  4. Vaksin noninti: Rp200.000 sampai dengan Rp500.000

Baca juga: 3+ Harga Vaksin Kucing Di Puskeswan Terlengkap

Itulah ulasan yang bisa kami berikan buat kamu. Jangan lupa lihat artikel-artikel bermanfaat dari kami lainnya ya. Terima kasih.

Rekomendasi Dokter Hewan Bandung Terpercaya 2024

Anabulmu sakit dan kamu lagi nyari dokter hewan Bandung?

Jangan khawatir karena kami akan memberikan informasi yang lengkap seputar dokter hewan di di wilayah Anda.

Dan pastinya, yang akan kami rekomendasikan adalah terpercaya. Sekaligus sudah banyak pet lovers yang datang.

Jadi siapkan dirimu, dan jangan lupa untuk membagikan artikel ini ke teman teman kalian.

Dokter Hewan Bandung

Dokter hewan menjadi prioritas utama yang wajib dicari karena dapat membantu untuk mengobati peliharaanmu yang sedang sakit.

Baca juga: Apa itu Vaksin Kucing F4? Ini Penjelasan Lengkapnya

Selain layanan pengobatan, dokter hewan juga biasa menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan, vaksinasi, sterilisasi, hingga operasi bedah minor atau mayor.

Jenis layanan yang disediakan memiliki tarif harga yang bervariasi tergantung dari tempat praktiknya.

Pada umumnya tempat praktik dokter hewan bisa di klinik hewan ataupun rumah sakit hewan.

Namun tidak menutup kemungkinan bisa buka praktik mandiri atau bersama dengan dokter hewan lain (PDBH).

Di Bandung sendiri ada dokter yang buka praktik mandiri, contohnya drh. Martopo dan drh. Amir Candra.

Nah kalau PDBH (Praktik Dokter Hewan Bersama) di Bandung ada PDBH drh. Anton Susilo AP.

Kamu bisa mendatangi beberapa tempat yang sudah disebutkan jika memang lokasinya dekat dan pengin mencoba berobat kesana.

Dokter Hewan Bandung 24 Jam

Jika kamu sedang mencari dokter atau klinik hewan yang buka selama 24 jam, maka admin punya daftarnya.

Baca juga: 6+ Vaksin Kucing Murah Dan Harganya TerUpdate

Adapun daftar Dokter hewan Bandung 24 jam  yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  • Drh. Lista R S. Dari Mutiara Vet Clinic & Pet Shop
  • Drh. Alexander Saba Dari Klinik Hewan Happiness.

Keduanya merupakan dokter hewan yang bisa kamu andalkan jika tiba-tiba peliharaan kesayanganmu mengalami situasi darurat.

Pelayanan yang disediakan termasuk instalasi gawat darurat yang siap siaga selama 24 jam.

Bahkan ketika kamu datang jam 12 malam pun dokter akan melayani dengan sepenuh hati. Karena tentunya di jam segitu juga ada yang sedang piket.

Nah inilah enaknya klinik 24 jam. Mau jam berepa pun pasti akan tetap mereka layani. Sebab memang memiliki dokter yang piket malam.

Jadi Anda tidak perlu khawatir ketika kucingmu sakit pas tengah malam, langsung bawa ke klinik aja.

Tarif Dokter Hewan di Bandung

Tarif dokter hewan di Bandung bervariasi dari satu tempat ke tempat lainnya ya guys.

Kalau kamu datang ke dokter hewan yang praktik mandiri maupun PDBH tarifnya bisa Rp100.000 sampai Rp200.000.

Baca juga: Harga Vaksin F3 Kucing & Syarat Pemberian Terbaru

Selain dikarenakan tempatnya yang berbeda-beda, tarif yang dipatok dokter hewan juga bergantung pada jenis tindakannya.

Berikut ini perkiraan tarif dokter hewan Bandung berdasarkan tindakan yang bisa mereka berikan:

  • Konsultasi: Rp85.000-Rp250.000
  • Vaksinasi kucing: Rp170.000-Rp210.000
  • Sterilisasi kucing: Rp300.000
  • Sterilisasi anjing: Rp480.000
  • Grooming: Rp80.000-ratusan ribu rupiah
  • Rawat inap hewan: Rp50.000-Rp100.000
  • Suntik rabies: Rp120.000
  • Suntik scabies: Rp80.000-Rp100.000
  • Bedah minor: Rp350.000-Rp600.000
  • Bedah mayor: Rp700.000-Rp1 juta
  • USG: Rp120.000
  • Vaksinasi anjing: Rp50.000-Rp25.000

Nah setiap layanan yang mereka berikan sangat mungkin mengalami perubahan dari waktu ke waktu atau dari satu tempat ke tempat lain.

Baca juga: Vaksin Kucing Bandung: Daftar, Klinik Hewan, & Puskeswan

Maka dari itu sebaiknya kamu bertanya dahulu ke bagian resepsionis atau admin klinik ya.

Sekarang udah banyak kok klinik hewan yang menyediakna nomor WhatsApp untuk dihubungi. Kamu bisa tanya-tanya dulu di sana.

Daftar Dokter Hewan Gratis

Daftar dokter hewan gratis sering dicari oleh banyak orang karena tidak jarang pemilik hewan peliharaan yang keberatan dengan harga berobat ke dokter hewan yang cukup mahal.

Baca juga: Vaksin Kucing: Syarat, Jenis, Dan Harga Terupdate

Harga pengobatan ke dokter hewan yang terbilang gak murah ini dikarenakan profesi ini memerlukan pengetahuan dan kemampuan menganalisa dengan baik.

Dan tak hanya baik saja, namun perlu sigap, dan tepat dalam mengambil keputusan. Apalagi ini menyangkut nyawa hewan kesayangan.

Maka dari itu untuk berkonsultasi saja dengan dokter hewan biasanya dikenakan tarif kurang lebih Rp30.000-Rp250.000 tergantung fasilitas dan seberapa besar nama dokternya.

Itupun belum termasuk dengan tindakan lain yang perlu kau lakukan untuk menangani hewan kesayangan kamu.

Nah kalau kamu mau mengurangi biaya ke dokter hewan, maka kamu bisa memanfaatkan layanan gratis dari UPTD Klinik Hewan yang sudah tersedia.

Salah satu klinik hewan yang memberikan pelayanan gratis adalah UPTD Klinik Hewan Kota Bandung.

UPTD Klinik Hewan Kota Bandung menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan hewan.

(misal: cek BB, cek suhu, USG), pemeriksaan laboratorium, terapi nebulizer, vaksin rabies, dan penanganan awal emergency pasien.

Sekian dari pembahasan mengenai dokter hewan Bandung kali ini.

Semoga peliharaanmu tetap sehat dan ceria ya!